Jakarta-Humas BKN, Reformasi Birokrasi (RB) yang sedang dilaksanakan pemerintah saat ini dapat diartikan sebagai upaya membangun dan menciptakan persepsi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bebas dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih berkualitas serta proses dan pelayanan publik yang transparan. Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala BKN Bima Haria Wibisana saat talk show live Dialog Indonesia Hari Ini di Stasiun Pusat TVRI Jakarta, Selasa (24/05/2016). Lebih lanjut Kepala BKN menjelaskan bahwa saat ini manajemen ASN sudah diupayakan setransparan mungkin, dimulai dengan proses seleksi jabatan secara terbuka, proses rekrutmen CPNS secara online serta seleksi yang transaran dan akurat dengan peserta seleksi dapat langsung mengetahui nilai hasil saat itu juga.

Meskipun demikian, Kepala BKN mengakui bahwa untuk menuju kesana terkadang masih ada kendala yang berkaitan dengan seleksi terbuka, khusunya berkaitan dengan nilai-nilai atau budaya yang masih dipegang dimana seleksi jabatan terkesan meminta jabatan ataupun budaya ewuh-pekewuh (sungkan-red). Menyikapi hal ini, Kepala BKN menjelaskan bahwa mengajukan diri adalah sebagai upaya untuk mencari kesempatan yang lebih baik dan memberi pengaruh perbaikan yang lebih luas.

Terkait dengan transparansi dalam rekrutmen CPNS, diharapkan bahwa dengan seleksi yang dilakukan saat ini, para pegawai muda yang berpotensi dan memenuhi kualifikasi dapat menjadi perubah dalam birokrasi kita sehingga beberapa tahun kedepan, para birokrat dapat bekerja dengan penuh semangat dan tidak pantang menyerah.

Selain Kepala BKN, Dialog Indonesia Hari Ini TVRI juga menghadirkan Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro dan dipandu oleh Desi Indriani.fhu